Saat ini sedang marak kontroversi pemberian vaksin bagi anak. Hal ini disebabkan oleh  adanya temuan MUI tentang Vaksin yang tidak memiliki sertifikasi halal. Parahnya vaksin tersebut mencantumkan logo halal padahal belum memenuhi standar kehalanan dari Majlis Ulama Indonesia. Vaksin yang tidak halal tersebut terpaksa digunakan karena sudah banyak korban berjatuhan yang disebabkan oleh difteri. Hal ini akan terus dilakukan sampai adanya vaksin baru yang bisa mencegah difteri dan dinyatakan halal oleh MUI.
Pic. By: Pixabay.Com


Lalu apakah anda tahu apa itu penyakit difteri?  Penyakit difteri  adalah penyakit yang menyerang amandel, tenggorokan, hidung serta kulit yang disebabkan oleh Corynebacterium. Jenis ini termasuk dalah satu penyakit yang mudah menular. Media penularan bisa melalui partikel udara, bersin, batuk bahkan tertawa sekalipun.

Jika kita merasakan gejala radang tenggorokan dan pernapasan seperti serak, maka sebaiknya segera memeriksakan diri. Karena hal ini merupakan salah satu tanda kita terserang difteri. Apakah difteri berbahaya? Tentu. Penyakit ini bisa menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani dengan baik. 
Kontroversi  penggunaan vaksin difteri  ini sudah terjadi sejak lama. Karena penyakit difteri ini sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Sebagian masyarakat tidak terlalu peduli dengan kehalalan atau keharaman vaksin. Hal ini karena mereka masih memegang pendapat bahwa sesuatu yang darurat masih bisa digunakan.

Hidup tanpa vaksin? Mungkinkah.

Carilah orang di sekitar kita yang usianya lebih dari 60 sd 70 tahun, lalu tanyakan kepada mereka vaksin apa yang sudah pernah disuntikan kepadanya. Tentu jawabnya tidak tahu dan bisa dibisa dikata, tidak akan pernah.  Orang-orang terdahulu hidup dari sari pati makanan alami yang belum banyak terkontaminasi oleh zat-zat berbahaya.  Sehingga kesehatan mereka lebih terjaga.

Hal ini menjadi alasan juga bagi sebagain orang yang anti vaksin. Selain lebih memilih herbal untuk gaya hidup mereka, alasan kehalalan makanan maupun minuman ini sangat penting. Merek tidak ingin ada sedikitpun makanan halal yang sengaja dikonsumsi baik makanan, minuman atau dalam bentuk obat sekalipun. Mereka lebih memilih iktiar menjaga kesehatan dengan  gaya hidup sehat dan bertakawal kepada Allah, ketimbang menyuntikan zat haram hanya untuk mewasdai sebuah penyakit. Walau sudah menderita penyakit saja masih berusaha mencari obat yang halal. Kenapa harus mengkonsumsi obat haram yang sakitnya sendiri belum  tentu diderita.

Selain itu, sebagian orang yang anti vaksin ini percaya, bahwa setiap anak memiliki antibodi masing-masing. Hal ini sejalan dengan ilmu kedokteran modern yang menyatakan bahwa setiap orang memiliki antibodi yang dapat menangkal datangnya penyakit.  Antibodi ini bisa didapat melalui berbagai macam cara seperti olah raga, makanan, ASI dan nutrisi lainnya.

Ada yang perlu kita ketahui pula bahwa, hidup tanpa vaksin bukanlah gerakan yang muncul hanya di indonesia. Gerakan anti vaksin ini menurut informasi yang beredar berawal dari inggris. Gerakan anti vaksin ini terus menjalar ke berbagai  pemikiran konspirasi. Mulai dari masalah politik, pemusnahan generasi, pembodohan masal serta alasan lain yang jauh dari apa yang selama  ini kita perdebatkan. Kita bisa mempelajari sejarah tentang penerapan kewajiban vaksin di beberapa negara. Sebagai contoh kebijakan yang diambil oleh Inggris melalui parlemen yang meloloskan UU vaksinasi yang mewajibkan vaksinasi gratis untuk masyarakat inggris. UU ini menimbulkan gejolak bagi masyarakat inggris.

Hidup tanpa vaksin? Apakah berbahaya, ini kembali kepada pribadi masing-masing. Yang pasti, menjaga kesehatan merupakan sebuah kewajiban. Namun tidak harus selalu dengan penggunaan vaksin. Semoga bermanfaat

Hidup tanpa Vaksin, Akankah Berbahaya ?

Saat ini sedang marak kontroversi pemberian vaksin bagi anak. Hal ini disebabkan oleh  adanya temuan MUI tentang Vaksin yang tidak memiliki sertifikasi halal. Parahnya vaksin tersebut mencantumkan logo halal padahal belum memenuhi standar kehalanan dari Majlis Ulama Indonesia. Vaksin yang tidak halal tersebut terpaksa digunakan karena sudah banyak korban berjatuhan yang disebabkan oleh difteri. Hal ini akan terus dilakukan sampai adanya vaksin baru yang bisa mencegah difteri dan dinyatakan halal oleh MUI.
Pic. By: Pixabay.Com


Lalu apakah anda tahu apa itu penyakit difteri?  Penyakit difteri  adalah penyakit yang menyerang amandel, tenggorokan, hidung serta kulit yang disebabkan oleh Corynebacterium. Jenis ini termasuk dalah satu penyakit yang mudah menular. Media penularan bisa melalui partikel udara, bersin, batuk bahkan tertawa sekalipun.

Jika kita merasakan gejala radang tenggorokan dan pernapasan seperti serak, maka sebaiknya segera memeriksakan diri. Karena hal ini merupakan salah satu tanda kita terserang difteri. Apakah difteri berbahaya? Tentu. Penyakit ini bisa menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani dengan baik. 
Kontroversi  penggunaan vaksin difteri  ini sudah terjadi sejak lama. Karena penyakit difteri ini sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Sebagian masyarakat tidak terlalu peduli dengan kehalalan atau keharaman vaksin. Hal ini karena mereka masih memegang pendapat bahwa sesuatu yang darurat masih bisa digunakan.

Hidup tanpa vaksin? Mungkinkah.

Carilah orang di sekitar kita yang usianya lebih dari 60 sd 70 tahun, lalu tanyakan kepada mereka vaksin apa yang sudah pernah disuntikan kepadanya. Tentu jawabnya tidak tahu dan bisa dibisa dikata, tidak akan pernah.  Orang-orang terdahulu hidup dari sari pati makanan alami yang belum banyak terkontaminasi oleh zat-zat berbahaya.  Sehingga kesehatan mereka lebih terjaga.

Hal ini menjadi alasan juga bagi sebagain orang yang anti vaksin. Selain lebih memilih herbal untuk gaya hidup mereka, alasan kehalalan makanan maupun minuman ini sangat penting. Merek tidak ingin ada sedikitpun makanan halal yang sengaja dikonsumsi baik makanan, minuman atau dalam bentuk obat sekalipun. Mereka lebih memilih iktiar menjaga kesehatan dengan  gaya hidup sehat dan bertakawal kepada Allah, ketimbang menyuntikan zat haram hanya untuk mewasdai sebuah penyakit. Walau sudah menderita penyakit saja masih berusaha mencari obat yang halal. Kenapa harus mengkonsumsi obat haram yang sakitnya sendiri belum  tentu diderita.

Selain itu, sebagian orang yang anti vaksin ini percaya, bahwa setiap anak memiliki antibodi masing-masing. Hal ini sejalan dengan ilmu kedokteran modern yang menyatakan bahwa setiap orang memiliki antibodi yang dapat menangkal datangnya penyakit.  Antibodi ini bisa didapat melalui berbagai macam cara seperti olah raga, makanan, ASI dan nutrisi lainnya.

Ada yang perlu kita ketahui pula bahwa, hidup tanpa vaksin bukanlah gerakan yang muncul hanya di indonesia. Gerakan anti vaksin ini menurut informasi yang beredar berawal dari inggris. Gerakan anti vaksin ini terus menjalar ke berbagai  pemikiran konspirasi. Mulai dari masalah politik, pemusnahan generasi, pembodohan masal serta alasan lain yang jauh dari apa yang selama  ini kita perdebatkan. Kita bisa mempelajari sejarah tentang penerapan kewajiban vaksin di beberapa negara. Sebagai contoh kebijakan yang diambil oleh Inggris melalui parlemen yang meloloskan UU vaksinasi yang mewajibkan vaksinasi gratis untuk masyarakat inggris. UU ini menimbulkan gejolak bagi masyarakat inggris.

Hidup tanpa vaksin? Apakah berbahaya, ini kembali kepada pribadi masing-masing. Yang pasti, menjaga kesehatan merupakan sebuah kewajiban. Namun tidak harus selalu dengan penggunaan vaksin. Semoga bermanfaat

1 comment:

Pelan-pelan saja ngetiknya, gak ngantri kok prend... :)