Hal yang pasti sudah diketahui bersama bahwa Dana Desa mengalami peningkatan tiap tahunnya. Naiknya Dana Desa bisa kita amati dari 2015. Tercatat sejak tahun 2015 Alokasi Dana Desa terus naik secara signifikan. Pada tahun 2015, Dana Desa berjumlah Rp 20,67 trilyun atau sekitar Rp 280,3 juta perdesa. Kemudian naik pada 2017  menjadi Rp 60 trilyun atau sekitar Rp 800,4 juta perdesa.

Dana desa dan pemanfaatannya

Kabar terbaru, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko P. Sandjojo sebagai kepanjangan tangan Presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa Presiden sangat mengapresiasi kinerja kepala dan aperatur Desa. Apresiasi tesebut disampaikannya dihadapan ribuan kepala desa dalam acara Silaturahmi Nasional Pemerintahan Desa se - Indonesia Tahun 2019 di Tennis Indoor Senayan.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Eko menyampaikan intruksi Presiden Joko Widodo untuk menaikan Dana Desa yang awalnya berjumlah Rp 257 Triliun hingga tahun 2019 dinaikan menjadi Rp 400 Triliun sampai tahun 2024.

Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tahun penyerapan Dana Desa semakin besar. Disisi lain, ini juga menandakan secara teknis “janji” 1 Miliar Per Desa  bisa dikatakan telah terealisasikan.

Terlepas dari dari informasi di atas, situasi tersebut juga membentuk tanya yang hadir di dalam kepala kita. Sejauh mana pemanfaatan Dana Desa di pedesaan? 

Dengan jumlah dana sebesar itu masayarakat tentu berharap adanya hasil yang benar-benar memberikan dampak langsung bagi mereka, baik segi ekonomi dan infrastruktur. Tentu mereka tidak ingin pemerintah yang sudah mengeluarkan dana yang sedemiakan besar tersebut menguap tanpa memberikan hasil.

Pada tulisan ini, kami mencoba mengulas beberapa pemanfaatan Dana Desa yang sudah bisa dilihat. Diantaranya :

1. Menciptakan Lapangan Kerja


Sejauh ini hasil yang diinginkan bisa dinilai cukup bagus. Dana desa yang diberikan ke desa-desa, dimanfaatkan oleh desa untuk membangun infrastruktur (lapangan kerja) penunjang kegiatan di desa seperti membangun 21.811 unit BUMDesa, 5.220 unit Pasar Desa, 21.357 unit PAUD, dan 6.041 unit POLINDES.

Pembentukan lapangan kerja tersebut cukup untuk menjadi bukti, Dana Desa yang diserap oleh desa digunakan untuk kepentingan masayarakat desa. Alhasil, dengan demikian hal ini juga akan mengurangi angka pengangguran di desa yang bersangkutan. Lebih lanjut hal ini kita lihat pada bagian kedua.

2. Mengurangi Angka Pengangguran


Semakin berkembangnya infrastruktur di desa akan ikut membawa pengaruh dalam mereduksi angka pengangguran di desa, sebab berpeluang menyerap tenaga kerja di desa. Kemendesa mengasumsikan, Posyandu dapat menyerap tenaga kerja sekitar 64.071 jiwa, POLINDES bisa menyerap 18.123 jiwa, PAUD dapat menyerap 41.919 jiwa, BUMDes dapat menyerap 65.919 jiwa, dan Pasar dapat menyerap 15.660 jiwa.

Tahun 2015, data di lapangan menunjukkan tenaga kerja yang diserap dari kontribusi dana desa berjumlah 1,7 juta jiwa. Selanjutnya tahun 2016, kontribusi Dana Desa menyerap 3,9 juta jiwa. Kemudian tahun 2017, sebanyak 5  juta jiwa tenaga kerja berhasil terserap sebagai akibat dari kontribusi Dana Desa.

Data di atas menunjukkan bahwa kontribusi Dana Desa dalam penyerapan tenaga kerja terus meningkat tiap tahunnya. Bahkan di tahun 2017 mengalami kenaikan hingga 3 kali lipat dari angka penyerapan tenaga kerja.

Disisi lain, hal ini pula mengindikasikan bahwa penyerapan tenaga kerja lokal yang terserap oleh program pembangunan desa dan kontribusi Dana Desa dapat mempercepat akselerasi perekonomian desa. Sehingga harapan yang menginginkan Indonesia maju dari desa bukan tidak mungkin dapat segera terwujud. Semoga ..

Itulah dua hal yang menjadi tanda keberhasilan pemanfaatan Dana Desa yang bisa diketahui bersama. Kedepan kita harapakan bersama Dana Desa yang kian tahun semakin meningkat bisa digunakan untuk kemakmuran desa dan masyarakatnya. 

Guna mewujurdkan hal ini, maka diperlukan tata kelola keuangan dari Dana Desa yang didapat dari pemerintah sehingga tersalurkan dengan baik. Pengelolaan keuangan tersebut tentunya membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang profesional untuk menanganinya. Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah : Bagaimana membentuk sumber daya manusia yang profesional tersebut?

Kita tentu tidak ingin Dana Desa malah stagnan, tidak memberikan perannya bagi desa. Oleh karena itu, untuk membentuk suatu SDM yang diidamkan maka mau tidak mau harus ikut serta dalam sebuah pelatihan tata kelola keuangan desa. 

Saat ini terdapat sebuah lembaga yang memberikan pelatihan atau diklat bagi aperatur desa untuk mengelola keuangan tersebut. Lembaga yang dimaksud adalah Pusdiklat Pemendagri (Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pemerintahan Dalam Negeri).

Lembaga ini adalah lembaga penyelenggara bimtek terbaik yang memiliki tujuan untuk mencerdaskan dan memberikan manfaat yang berorientasi pada kinerja aperatur pemerintahan yang berkompeten dan profesional. 

Bagi tiap aperatur desa yang berkecimpung dalam tata kelola keuangan desa dan akan menangani Dana Desa yang kian tahun meningkat, maka patut mempertimbangkan untuk segera mencari informasi bimtek Pusdiklat Pemendagri. Saat ini sudah banyak website yang memberikan info bimtek dari lembaga tersebut bagi para aperatur desa yang mencarinya.

Tinggal bagaimana masing-masing individu merealisakan dan mau mengembangkan diri demi desa yang maju di masa depan.

Demikian, semoga tulisan kecil ini bermanfaat bagi pemabaca sekalian ..

salam

Dana Desa dan Pemanfaatannya

Hal yang pasti sudah diketahui bersama bahwa Dana Desa mengalami peningkatan tiap tahunnya. Naiknya Dana Desa bisa kita amati dari 2015. Tercatat sejak tahun 2015 Alokasi Dana Desa terus naik secara signifikan. Pada tahun 2015, Dana Desa berjumlah Rp 20,67 trilyun atau sekitar Rp 280,3 juta perdesa. Kemudian naik pada 2017  menjadi Rp 60 trilyun atau sekitar Rp 800,4 juta perdesa.

Dana desa dan pemanfaatannya

Kabar terbaru, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko P. Sandjojo sebagai kepanjangan tangan Presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa Presiden sangat mengapresiasi kinerja kepala dan aperatur Desa. Apresiasi tesebut disampaikannya dihadapan ribuan kepala desa dalam acara Silaturahmi Nasional Pemerintahan Desa se - Indonesia Tahun 2019 di Tennis Indoor Senayan.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Eko menyampaikan intruksi Presiden Joko Widodo untuk menaikan Dana Desa yang awalnya berjumlah Rp 257 Triliun hingga tahun 2019 dinaikan menjadi Rp 400 Triliun sampai tahun 2024.

Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tahun penyerapan Dana Desa semakin besar. Disisi lain, ini juga menandakan secara teknis “janji” 1 Miliar Per Desa  bisa dikatakan telah terealisasikan.

Terlepas dari dari informasi di atas, situasi tersebut juga membentuk tanya yang hadir di dalam kepala kita. Sejauh mana pemanfaatan Dana Desa di pedesaan? 

Dengan jumlah dana sebesar itu masayarakat tentu berharap adanya hasil yang benar-benar memberikan dampak langsung bagi mereka, baik segi ekonomi dan infrastruktur. Tentu mereka tidak ingin pemerintah yang sudah mengeluarkan dana yang sedemiakan besar tersebut menguap tanpa memberikan hasil.

Pada tulisan ini, kami mencoba mengulas beberapa pemanfaatan Dana Desa yang sudah bisa dilihat. Diantaranya :

1. Menciptakan Lapangan Kerja


Sejauh ini hasil yang diinginkan bisa dinilai cukup bagus. Dana desa yang diberikan ke desa-desa, dimanfaatkan oleh desa untuk membangun infrastruktur (lapangan kerja) penunjang kegiatan di desa seperti membangun 21.811 unit BUMDesa, 5.220 unit Pasar Desa, 21.357 unit PAUD, dan 6.041 unit POLINDES.

Pembentukan lapangan kerja tersebut cukup untuk menjadi bukti, Dana Desa yang diserap oleh desa digunakan untuk kepentingan masayarakat desa. Alhasil, dengan demikian hal ini juga akan mengurangi angka pengangguran di desa yang bersangkutan. Lebih lanjut hal ini kita lihat pada bagian kedua.

2. Mengurangi Angka Pengangguran


Semakin berkembangnya infrastruktur di desa akan ikut membawa pengaruh dalam mereduksi angka pengangguran di desa, sebab berpeluang menyerap tenaga kerja di desa. Kemendesa mengasumsikan, Posyandu dapat menyerap tenaga kerja sekitar 64.071 jiwa, POLINDES bisa menyerap 18.123 jiwa, PAUD dapat menyerap 41.919 jiwa, BUMDes dapat menyerap 65.919 jiwa, dan Pasar dapat menyerap 15.660 jiwa.

Tahun 2015, data di lapangan menunjukkan tenaga kerja yang diserap dari kontribusi dana desa berjumlah 1,7 juta jiwa. Selanjutnya tahun 2016, kontribusi Dana Desa menyerap 3,9 juta jiwa. Kemudian tahun 2017, sebanyak 5  juta jiwa tenaga kerja berhasil terserap sebagai akibat dari kontribusi Dana Desa.

Data di atas menunjukkan bahwa kontribusi Dana Desa dalam penyerapan tenaga kerja terus meningkat tiap tahunnya. Bahkan di tahun 2017 mengalami kenaikan hingga 3 kali lipat dari angka penyerapan tenaga kerja.

Disisi lain, hal ini pula mengindikasikan bahwa penyerapan tenaga kerja lokal yang terserap oleh program pembangunan desa dan kontribusi Dana Desa dapat mempercepat akselerasi perekonomian desa. Sehingga harapan yang menginginkan Indonesia maju dari desa bukan tidak mungkin dapat segera terwujud. Semoga ..

Itulah dua hal yang menjadi tanda keberhasilan pemanfaatan Dana Desa yang bisa diketahui bersama. Kedepan kita harapakan bersama Dana Desa yang kian tahun semakin meningkat bisa digunakan untuk kemakmuran desa dan masyarakatnya. 

Guna mewujurdkan hal ini, maka diperlukan tata kelola keuangan dari Dana Desa yang didapat dari pemerintah sehingga tersalurkan dengan baik. Pengelolaan keuangan tersebut tentunya membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang profesional untuk menanganinya. Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah : Bagaimana membentuk sumber daya manusia yang profesional tersebut?

Kita tentu tidak ingin Dana Desa malah stagnan, tidak memberikan perannya bagi desa. Oleh karena itu, untuk membentuk suatu SDM yang diidamkan maka mau tidak mau harus ikut serta dalam sebuah pelatihan tata kelola keuangan desa. 

Saat ini terdapat sebuah lembaga yang memberikan pelatihan atau diklat bagi aperatur desa untuk mengelola keuangan tersebut. Lembaga yang dimaksud adalah Pusdiklat Pemendagri (Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pemerintahan Dalam Negeri).

Lembaga ini adalah lembaga penyelenggara bimtek terbaik yang memiliki tujuan untuk mencerdaskan dan memberikan manfaat yang berorientasi pada kinerja aperatur pemerintahan yang berkompeten dan profesional. 

Bagi tiap aperatur desa yang berkecimpung dalam tata kelola keuangan desa dan akan menangani Dana Desa yang kian tahun meningkat, maka patut mempertimbangkan untuk segera mencari informasi bimtek Pusdiklat Pemendagri. Saat ini sudah banyak website yang memberikan info bimtek dari lembaga tersebut bagi para aperatur desa yang mencarinya.

Tinggal bagaimana masing-masing individu merealisakan dan mau mengembangkan diri demi desa yang maju di masa depan.

Demikian, semoga tulisan kecil ini bermanfaat bagi pemabaca sekalian ..

salam

No comments

Pelan-pelan saja ngetiknya, gak ngantri kok prend... :)