Kamu mungkin sudah enggak asing lagi dengan penyakit bernama anemia. Penyakit ini sering ditandai dengan gejala yang khas, yaitu tubuh menjadi lemas dan lesu, sehingga pengidap anemia biasanya tidak bisa beraktivitas dengan normal. Nah, kondisi tersebut bisa terjadi karena saat anemia, tubuh kamu kekurangan sel darah merah yang mengandung hemoglobin yang berfungsi untuk membantu menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Baca juga : pengertian Hipertensi, serta faktor dan penyebab

Sebenarnya ada banyak sekali kondisi yang bisa menyebabkan seseorang mengalami anemia, mulai dari kekurangan zat gizi hingga penyakit kronis. Namun, ada juga sebagian orang yang terlahir dengan kelainan genetik yang menyebabkannya mengalami anemia. Yuk, cari tahu jenis anemia apa saja yang bisa diturunkan secara genetik di sini.

1. Anemia Pernisiosa Kongenital

Merupakan jenis anemia yang jarang terjadi dan disebabkan oleh kelainan seseorang sejak lahir, yaitu tidak memiliki kemampuan untuk memproduksi faktor intrinsik (protein di dalam lambung yang membantu penyerapan vitamin B12). Vitamin B12 berperan dalam pembuatan sel darah merah, tanpanya tubuh tidak memiliki jumlah sel darah merah baru yang mencukupi. Kekurangan vitamin B12 dapat menimbulkan komplikasi, seperti kerusakan saraf, hilang ingatan, dan pembesaran hati.

2. Defisiensi G6PD

Anemia ini disebabkan karena tubuh tidak bisa memproduksi glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD) yang cukup. Enzim G6PD merupakan enzim yang berfungsi untuk menjaga sel darah merah dari penghancuran akibat berbagai obat-obatan dan bahan kimia.

3. Sferositosis Kongenital

Penyakit ini ditandai dengan terbentuknya sel darah merah abnormal yang disebut sferosit. Sel darah merah tersebut sangat tipis dan rapuh. Sferosit tidak bisa berubah bentuk layaknya sel darah merah saat menuju jaringan, sehingga sel tersebut bertahan lebih lama di dalam limfa yang sebenarnya adalah tempat penghancurannya. Penghancuran sel darah merah tersebut akhirnya mengakibatkan anemia.

Baca juga : 10 asuransi kesehatan terekomendasi Di Indonesia

4. Anemia Sel Sabit

Pengidap anemia sel sabit memiliki warisan gen yang menyebabkan hemoglobin terbentuk secara tidak normal. Normalnya, bentuk sel darah merah itu bundar dan lentur, sehingga mudah bergerak dalam pembuluh darah. Namun, pada pengidap anemia sel sabit, sel darah merahnya berbentuk seperti sabit, kaku dan mudah menempel pada pembuluh darah kecil. Akibatnya, sel darah merah tidak bisa membawa oksigen dengan baik serta mudah pecah.

Anemia sel sabit sebaiknya jangan disepelekan, karena bisa menyebabkan pengidapnya berisiko mengalami penyakit stroke, serangan jantung, pembengkakan di tangan dan kaki, hingga menurunnya kemampuan tubuh untuk melawan infeksi.

5. Thalasemia

Thalasemia juga termasuk jenis anemia yang bisa diturunkan secara genetik. Penyakit ini terjadi ketika tubuh tidak mampu menghasilkan hemoglobin yang cukup, yang berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Thalasemia yang masih ringan biasanya menimbulkan gejala, seperti gejala anemia pada umumnya, yaitu tubuh terasa lemas. Namun, bila sudah parah, thalasemia bisa mengganggu pertumbuhan, menyebabkan pembesaran limfa, masalah tulang dan penyakit kuning.

5 Jenis Anemia yang Diwariskan Secara Genetik



Kamu mungkin sudah enggak asing lagi dengan penyakit bernama anemia. Penyakit ini sering ditandai dengan gejala yang khas, yaitu tubuh menjadi lemas dan lesu, sehingga pengidap anemia biasanya tidak bisa beraktivitas dengan normal. Nah, kondisi tersebut bisa terjadi karena saat anemia, tubuh kamu kekurangan sel darah merah yang mengandung hemoglobin yang berfungsi untuk membantu menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Baca juga : pengertian Hipertensi, serta faktor dan penyebab

Sebenarnya ada banyak sekali kondisi yang bisa menyebabkan seseorang mengalami anemia, mulai dari kekurangan zat gizi hingga penyakit kronis. Namun, ada juga sebagian orang yang terlahir dengan kelainan genetik yang menyebabkannya mengalami anemia. Yuk, cari tahu jenis anemia apa saja yang bisa diturunkan secara genetik di sini.

1. Anemia Pernisiosa Kongenital

Merupakan jenis anemia yang jarang terjadi dan disebabkan oleh kelainan seseorang sejak lahir, yaitu tidak memiliki kemampuan untuk memproduksi faktor intrinsik (protein di dalam lambung yang membantu penyerapan vitamin B12). Vitamin B12 berperan dalam pembuatan sel darah merah, tanpanya tubuh tidak memiliki jumlah sel darah merah baru yang mencukupi. Kekurangan vitamin B12 dapat menimbulkan komplikasi, seperti kerusakan saraf, hilang ingatan, dan pembesaran hati.

2. Defisiensi G6PD

Anemia ini disebabkan karena tubuh tidak bisa memproduksi glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD) yang cukup. Enzim G6PD merupakan enzim yang berfungsi untuk menjaga sel darah merah dari penghancuran akibat berbagai obat-obatan dan bahan kimia.

3. Sferositosis Kongenital

Penyakit ini ditandai dengan terbentuknya sel darah merah abnormal yang disebut sferosit. Sel darah merah tersebut sangat tipis dan rapuh. Sferosit tidak bisa berubah bentuk layaknya sel darah merah saat menuju jaringan, sehingga sel tersebut bertahan lebih lama di dalam limfa yang sebenarnya adalah tempat penghancurannya. Penghancuran sel darah merah tersebut akhirnya mengakibatkan anemia.

Baca juga : 10 asuransi kesehatan terekomendasi Di Indonesia

4. Anemia Sel Sabit

Pengidap anemia sel sabit memiliki warisan gen yang menyebabkan hemoglobin terbentuk secara tidak normal. Normalnya, bentuk sel darah merah itu bundar dan lentur, sehingga mudah bergerak dalam pembuluh darah. Namun, pada pengidap anemia sel sabit, sel darah merahnya berbentuk seperti sabit, kaku dan mudah menempel pada pembuluh darah kecil. Akibatnya, sel darah merah tidak bisa membawa oksigen dengan baik serta mudah pecah.

Anemia sel sabit sebaiknya jangan disepelekan, karena bisa menyebabkan pengidapnya berisiko mengalami penyakit stroke, serangan jantung, pembengkakan di tangan dan kaki, hingga menurunnya kemampuan tubuh untuk melawan infeksi.

5. Thalasemia

Thalasemia juga termasuk jenis anemia yang bisa diturunkan secara genetik. Penyakit ini terjadi ketika tubuh tidak mampu menghasilkan hemoglobin yang cukup, yang berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Thalasemia yang masih ringan biasanya menimbulkan gejala, seperti gejala anemia pada umumnya, yaitu tubuh terasa lemas. Namun, bila sudah parah, thalasemia bisa mengganggu pertumbuhan, menyebabkan pembesaran limfa, masalah tulang dan penyakit kuning.

No comments

Pelan-pelan saja ngetiknya, gak ngantri kok prend... :)